Hari Batik Nasional 2026, Kadis Kominfo OKU Selatan Ajak Masyarakat Jaga Warisan Budaya

KEJARKASUS.COM MUARADUA, OKU SELATAN —Peringatan Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober menjadi momentum untuk kembali mendorong kepedulian terhadap keberadaan batik sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia.

Pada Hari Batik Nasional 2026, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten OKU Selatan menyampaikan ucapan selamat sekaligus mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengenakan batik, tetapi juga ikut menjaga dan memperkenalkan warisan budaya tersebut kepada generasi berikutnya.

Dalam pesan yang disampaikan, batik disebut bukan sekadar kain atau busana, melainkan memiliki nilai budaya, cerita, kreativitas, serta identitas yang melekat pada masyarakat Indonesia.

“Bangga Berbatik, Bangga Indonesia,” menjadi pesan yang diangkat dalam peringatan tersebut.

Peringatan Hari Batik Nasional juga menjadi ruang untuk melihat keberlanjutan batik dari sisi pelestarian budaya maupun pengembangan ekonomi kreatif. Penggunaan batik di tengah masyarakat dinilai perlu diikuti dengan upaya menjaga kualitas, motif, keterampilan pengrajin, serta keberlangsungan produk batik daerah.

Di Kabupaten OKU Selatan sendiri, pemerintah daerah pada Agustus 2026 telah melakukan koordinasi terkait penetapan dan pemanfaatan motif batik khas daerah. Pembahasan tersebut mencakup penguatan karakter dan filosofi motif hingga pemanfaatannya untuk pengembangan produk kerajinan dan ekonomi kreatif.

Hal tersebut menunjukkan bahwa pelestarian batik tidak hanya berkaitan dengan penggunaan pakaian pada momentum tertentu, tetapi juga menyangkut bagaimana identitas budaya lokal dapat dikembangkan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Secara nasional, batik telah lama dipandang sebagai salah satu warisan budaya yang perlu dirawat dan dikembangkan. Pemerintah juga pernah menekankan bahwa perkembangan batik perlu diimbangi dengan kemampuan untuk menghadapi persaingan industri dan menjaga keberlanjutan warisan budaya tersebut.

Karena itu, momentum Hari Batik Nasional 2026 diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Pelestarian dapat dilakukan melalui kebiasaan menggunakan batik, mengenal filosofi dan motif daerah, mendukung para pengrajin, serta memperkenalkan batik kepada generasi muda.

Dengan demikian, batik tidak hanya menjadi simbol kebanggaan pada 2 Oktober, tetapi tetap hidup dan berkembang sebagai bagian dari budaya serta kreativitas masyarakat Indonesia





Penulis :Anton 

Editor: Rendi