Dalam unggahan akun media sosial yang beredar, senen 1 juni 2026 disebutkan adanya dugaan laporan pertanggungjawaban dana desa yang dinilai tidak sesuai. Selain itu, muncul pula dugaan bahwa salah satu kantor yang berada di Desa Tebat Gabus disewakan kepada anak sekolah dan hasil sewanya disebut masuk ke kantong pribadi oknum kepala desa.
Warga yang membuat unggahan itu meminta pihak terkait segera melakukan pemeriksaan dan menindaklanjuti laporan tersebut agar persoalan menjadi terang dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Sampai sekarang belum ada tindak lanjut terkait audit dan pemeriksaan terhadap kepala desa,” tulis akun tersebut dalam postingannya yang kini ramai diperbincangkan warga di media sosial.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah desa maupun instansi terkait mengenai kebenaran dugaan tersebut. Tim media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Tebat Gabus serta pihak pemerintah kecamatan dan dinas terkait untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut.
Masyarakat berharap apabila memang ditemukan pelanggaran, prosesnya dapat dilakukan sesuai aturan hukum yang berlaku. Namun demikian, warga juga diminta untuk tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah sambil menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang.
Penulis: Anton
Editor; Rendi


