Wakil Ketua DPC Perkumpulan PENJARA Medan, Wilmar Napitupulu, mengatakan semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat patut diapresiasi. Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak seharusnya terjadi karena pembangunan dan pemeliharaan jalan merupakan tanggung jawab pemerintah.
"Kami mengapresiasi kepedulian warga Lingkungan VII, Kelurahan Martubung, yang rela menyisihkan dana secara swadaya demi memperbaiki jalan di lingkungan mereka. Namun, jangan sampai semangat gotong royong masyarakat dijadikan alasan untuk mengabaikan kewajiban pemerintah dalam menyediakan infrastruktur yang layak," ujar Wilmar Napitupulu, Minggu (28/6/2026).
DPC Perkumpulan PENJARA Medan menilai kondisi tersebut menjadi cerminan masih adanya wilayah di Kota Medan yang belum memperoleh perhatian maksimal dalam pembangunan infrastruktur dasar. Jalan yang layak, menurut organisasi tersebut, merupakan kebutuhan utama masyarakat untuk mendukung aktivitas sehari-hari serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Karena itu, DPC Perkumpulan PENJARA Medan mendesak Pemerintah Kota Medan melalui dinas terkait agar segera melakukan peninjauan langsung ke Lingkungan VII, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, sekaligus mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan secara permanen.
"Kami berharap Pemko Medan lebih cepat merespons keluhan masyarakat dan memastikan pembangunan dilakukan secara merata. Warga tidak boleh terus dibebani biaya perbaikan jalan yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah," tegas Wilma.
DPC Perkumpulan PENJARA Medan menegaskan bahwa kritik ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian dan kontrol sosial yang konstruktif, dengan harapan Pemerintah Kota Medan dapat meningkatkan pemerataan pembangunan infrastruktur sehingga seluruh masyarakat memperoleh pelayanan publik yang adil dan berkualitas.


