Informasi yang dihimpun tim media menyebutkan, pembelian sapi dilakukan tanpa melibatkan penuh pengurus BUMDes sebagaimana mekanisme yang semestinya. Hal ini menimbulkan pertanyaan terkait transparansi dan tata kelola anggaran.
Saat dikonfirmasi, Ketua BUMDes, Ari Setiawan, beberapa lalu di halaman kantor camat Buana pemaca. mengaku tidak mengetahui secara rinci proses pembelian sapi tersebut. Ia menyebut dirinya hanya bertugas dalam pengelolaan ternak setelah pembelian dilakukan.saya juga jadi ketua bumdes kadis yang tunjuk
> “Saya cuma pengurus sapi saja. Untuk pembelian sapi ketahanan pangan tersebut kepala desa yang tahu. Kalau untuk harga nominal sapi saya tidak tahu, kepala desa yang belinya. Jumlahnya ada lima ekor semuanya,” ujar Ari.
Pernyataan tersebut memunculkan kesan bahwa peran BUMDes dalam proses pengadaan tidak berjalan optimal. Padahal, secara aturan, pengelolaan program melalui BUMDes semestinya melibatkan pengurus secara aktif, termasuk dalam proses perencanaan dan pembelanjaan.
Sejumlah pihak menilai, kepala desa seharusnya hanya berperan sebagai pembina atau pengawas, bukan sebagai pelaksana langsung dalam pembelian barang program desa.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Danau jaya belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan tersebut meski telah diupayakan konfirmasi oleh tim media.kepala desa sedang tidak ada di rumah.sedang DL ke palembang.rabu 6 mei 2026
Kasus ini diharapkan menjadi perhatian pihak terkait untuk memastikan pengelolaan dana desa berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Masyarakat pun meminta kepada pihak aparat penegak hukum (APH) polres oku selatan dan inspektorat untuk memanggil kepala desa danau jaya atau turun langsung ke lokasi.dikarnakan ada dugaan korupsi.Dana desa
Penulis: Anton
Editor;Rendi


