Forkopimcam Pagar Merbau Bersama SPPG Laksanakan Trauma Healing Pasca Suspek Keracunan MBG.

KEJARKASUS. COM Deli Serdang,Insiden suspek keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami 11 siswa SD.As Syifa Desa Jatirejo Kecamatan Pagar Merbau pada hari Selasa (28-04-2026), menjadi atensi semua pihak khususnya satgas MBG untuk mendorong dilaksanakan evaluasi secara menyeluruh terutama protokol pengelolaan makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pasca kejadian,Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pagar Merbau Bersama SPPG Tanjung Garbus II memberikan trauma healing kepada kesebelas siswa didampingi para orang tua disela upacara bendera yang dilaksanakan dihalaman SD As Syifa,Senin (04-05-2026).

Camat Pagar Merbau Junaidi,SE.MSi sebagai pembina upacara dalam arahannya menyampaikan bahwa pemerintah memberikan perhatian khusus kepada para siswa melalui program MBG.Tujuannya agar siswa terpenuhi asupan gizinya untuk meningkatkan daya tahan tubuh.Namun dalam perjalanannya pasti banyak lika liku dan ini semua diluar ekspektasi.

"Kejadian kemarin diluar dari rencana,kesemuanya itu pasti ada evaluasi dan penilaian terhadap kinerja baik pihak SPPG,suplayernya personilnya dan semua pihak terkait"ucapnya.

Lebih lanjut Camat menekankan perhatian kepada para siswa harus lebih ditingkatkan.Kepada pihak SPPG maupun Dewan guru harus bisa memastikan terlebih dahulu bahwa makanan tersebut layak dikonsumsi sebelum diberikan kepada para siswa.Pihak sekolah juga diharapkan tidak menjadikan hal ini alasan untuk menolak program MBG.

"Pihak sekolah jangan menjadikan insiden ini hal yang berkelanjutan untuk tidak menerima MBG.Jangan ditolak karena ini program nasional.ini semua karena kelalaian bukan disengaja"ungkap camat.

Dalam kegiatan trauma healing seluruh jajaran Forkopimcam turut memberikan semangat kepada siswa dan mengucapkan rasa syukur karena kesebelas siswa sudah dalam kondisi sehat dan dapat hadir kembali kesekolah.

"Kejadian ini menjadi catatan kecil saja.Yang kecil dihilangkan yang besar dikecilkan.Kepada pihak MBG agar segera memenuhi segala kekurangannya agar bisa beroperasi kembali.Dan semoga kejadian ini tidak terulang kembali"pungkas Camat Pagar Merbau.

Mewakili SPPG Tanjung Garbus II Agustiono didampingi Kepala SPPG Ridondo Damanik,SP., menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak khususnya kepada siswa dan orang tua serta memohon dukungan agar SPPG dapat beroperasi kembali.Sebagai bentuk tanggung jawab pihak SPPG turut mendampingi siswa dalam masa perawatan di Puskesmas Pagar Merbau dan memberikan tali asih untuk mengembalikan semangat para siswa.

"Atas nama SPPG,kami menyampaikan permohonan maaf.ini diluar ekspektasi kami.Namun demikian kami berupaya memperbaiki segala kekurangan untuk menjamin kejadian ini tidak terulang"ucap Agustiono.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Pagar Merbau yang diwakili Wakapolsek Iptu.RP.Tampubolon,Danramil 06/LP diwakili Serka.Edy Susanto,Kepala Puskesmas dr.Wawan,Kades Jatirejo Suparna,SH., Pembina yayasan As Syifa Fadillah Drs.H.Sopian Marpaung,M.Pd.,Kepsek SD.As Syifa Khairul Amri,S.Pd.I.,FKDM,orang tua siswa.

Insiden yang baru pertama kali terjadi di Kabupaten Deli Serdang ini mendapat sorotan dari aktivis perlindungan anak Pagar Merbau Ahmadi Purba.Menurutnya hal ini terjadi karena lemahnya pengawasan dalam hal protokol pengelolaan makanan baik dari  penyediaan bahan maupun proses pengolahan.Namun Ahmadi menyadari bahwa untuk melayani ribuan penerima manfaat pasti ada resiko yang dihadapi.

"Insiden yang sama telah terjadi dibeberapa daerah, bahkan dampaknya lebih besar.Namun resiko sekecil apapun harus dihindari.Jangan sampai program yang bertujuan untuk pemenuhan gizi pelajar agar menjadi sehat dan cerdas justru memakan korban"ucapnya.

Ahmadi berpendapat bahwa solusi nyata agar hal ini tidak terjadi lagi,Selain ketelitian SPPG dalam proses pengelolaan makanan juga peran guru sebagai ujung tombak alur distribusi MBG.Guru harus mendampingi langsung para siswa dan memastikan apakah makanan tersebut layak konsumsi.

Ahmadi juga menuturkan bahwa ia mengetahui dari awal kejadian suspek keracunan MBG disekolah SD As Syifa, bahkan turut melakukan upaya pertolongan pertama kepada para korban bersama pihak SPPG sampai dilakukan perawatan intensif di Puskesmas Pagar Merbau.

Meski tetap menyayangkan adanya insiden ini,Ahmadi memberikan apresiasi kepada pihak SPPG yang memiliki tanggung jawab tinggi melakukan respon cepat upaya evakuasi terhadap para korban.(Soliadi)