21 April 2026 - Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan yang dinilai rentan terdampak akibat kebiasaan membuang sampah tidak pada tempatnya. Menurut Sapiin, perilaku tersebut berisiko menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari banjir hingga gangguan kesehatan.
“Jika sampah dibuang sembarangan, apalagi ke sungai atau drainase, dampaknya bisa menyebabkan penyumbatan aliran air yang berujung banjir. Selain itu juga bisa menjadi sarang penyakit dan merusak keindahan lingkungan,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mulai dari hal sederhana, yakni membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. Kesadaran individu dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
“Kita mulai dari diri sendiri. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang bebas sampah, bersih, dan nyaman untuk ditinggali,” tambahnya.
Di sisi lain, sejumlah warga mengakui bahwa persoalan sampah masih menjadi tantangan di beberapa titik, terutama terkait keterbatasan fasilitas tempat pembuangan dan pengelolaan sampah. Mereka berharap adanya dukungan lebih lanjut dari pemerintah desa maupun pihak terkait dalam penyediaan sarana kebersihan.
Dengan adanya imbauan ini, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat, serta diikuti langkah konkret, baik dari warga maupun pemerintah desa, dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di wilayah Kemu Ulu dan sekitarnya.
Penulis: Anton
Editor;Rendi


