Permainan yang mempertemukan Umar dan Santo ini bukan sekadar adu strategi di atas papan hitam-putih. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi dan mempererat hubungan antarwarga. Dengan duduk berhadapan di sebuah meja kecil, keduanya tampak serius memikirkan langkah demi langkah, sementara warga lain menyaksikan dengan antusias.
Menurut keterangan Umar, permainan catur ini rutin dilakukan sebagai bentuk hiburan sekaligus sarana memperkuat kebersamaan. “Biasanya kami main setelah Isya. Selain mengisi waktu luang, juga supaya warga tetap kompak,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Santo. Ia menilai permainan catur mampu menghadirkan suasana santai namun tetap menantang. “Di sini bukan soal menang atau kalah, tapi bagaimana kita bisa berkumpul dan menjaga kekompakan,” katanya.
Pertandingan tersebut turut disaksikan oleh sejumlah warga, di antaranya Anton Bolang dan Adi. Mereka terlihat menikmati jalannya permainan sembari sesekali memberikan komentar ringan yang menambah hangat suasana.
Kegiatan sederhana ini menjadi bukti bahwa kebersamaan dapat tumbuh dari aktivitas sehari-hari. Di tengah kesibukan masing-masing, warga Suka Maju Kaling 5 menunjukkan bahwa ruang silaturahmi tetap bisa terjaga, bahkan melalui sebuah papan catur di sudut lingkungan.
Penulis :Anton
Editor; Rendi



