Apresiasi tersebut disampaikan usai digelarnya dialog terbuka antara Bupati PALI dengan perwakilan mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan aktivis daerah. Forum tersebut secara khusus membahas permasalahan penonaktifan BPJS Kesehatan serta ketidakjelasan status kepesertaan yang selama ini dirasakan masyarakat.
Aki Musholah menyebutkan, dialog ini menjadi ruang penting bagi mahasiswa dan pemuda untuk menyuarakan aspirasi publik secara langsung kepada kepala daerah.
“Dalam dialog itu, Bupati PALI menyampaikan komitmen yang jelas bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam dan terus berupaya menuntaskan persoalan BPJS Kesehatan. Ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama ini terdampak,” ungkapnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa komitmen tersebut harus dibarengi dengan langkah konkret dan kebijakan teknis yang terukur agar tidak berhenti sebatas wacana.
“Kami berharap ada pendataan yang valid dan transparan, serta penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dengan instansi terkait. Tujuannya agar tidak ada lagi masyarakat yang kehilangan akses terhadap layanan kesehatan,” ujarnya.
Dialog tersebut dihadiri oleh sejumlah perwakilan organisasi, di antaranya Ketua BEM STIT Mambaul Hikam, Ketua Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Kabupaten PALI, Koordinator Aliansi Pemuda Peduli PALI (AP3), PMII PALI, serta aktivis pemuda lainnya.
Lebih lanjut, Aki Musholah menegaskan bahwa HIMAPALI bersama elemen mahasiswa dan pemuda akan terus mengawal komitmen yang telah disampaikan pemerintah daerah.
“Mahasiswa dan pemuda akan tetap mengambil peran sebagai mitra kritis pemerintah. Kami siap mendukung kebijakan yang berpihak kepada rakyat sekaligus memastikan komitmen tersebut benar-benar direalisasikan,” tutupnya.
Penulis:Citra
Editor:Rendi


