Berdasarkan pantauan di lapangan, lantai jembatan terlihat ambruk di beberapa titik. Sejumlah papan alas terlepas dan patah, sehingga membahayakan pengguna jembatan. Beberapa warga tampak terpaksa melintas dengan penuh kehati-hatian, sementara sebagian lainnya memilih berhenti karena khawatir terjadi ambruk susulan.
“Ini baru selesai direhab, tapi kondisinya sudah seperti ini. Hampir saja ada warga jatuh,” ujar salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya, rabu-28-1-2026
Dari papan kegiatan yang terpasang di lokasi, diketahui proyek rehabilitasi jembatan gantung tersebut dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten OKU Selatan dengan nilai kontrak mencapai Rp287.330.499,27. Proyek ini bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2025 dengan masa pelaksanaan 60 hari kalender.
Besarnya anggaran tersebut menjadi sorotan warga, mengingat hasil pekerjaan di lapangan dinilai tidak sebanding dengan dana yang telah dikeluarkan. Warga mempertanyakan kualitas material dan pengawasan pekerjaan, karena jembatan sudah menunjukkan kerusakan meski belum lama digunakan.
Namun demikian, hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana maupun Dinas PUPR OKU Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab ambruknya lantai jembatan maupun langkah tindak lanjut yang akan dilakukan.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk melakukan pengecekan ulang serta perbaikan menyeluruh, mengingat jembatan gantung tersebut merupakan akses vital penghubung antarwilayah dan sangat dibutuhkan untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, serta sosial masyarakat.
“Jangan sampai menunggu ada korban dulu baru diperbaiki,” harap warga lainnya.
Penulis :Anton
Editor; Rendi



