Salah satunya terkait pembangunan proyek jalan setapak di Desa Srimenati dusun Empat yang diduga tidak jelas berapa anggarannya dan sumber anggaran, saat awak media turun kelokasi sehingga tim awak media mempertanyakan kepada masyarakat.untuk tahun berapa bangunan tersebut. Masyarakat pun tidak bisa membedakan mana bangunan tahun 2022 -2023-2024 dan 2025..dikarnakan semua tidak ada prasasti tahun pembuatan proyek jalan tersebut.
Selanjutnya Pembangunan jalan di dusun 2 dan dusun 1 semuanya sama. tidak juga memiliki prasasti tahun anggaran nya.
Terpantau oleh awak media saat kontrol sosial pada hari sabtu tanggal- 6 -12 -2025.di lokasi proyek Raba beton tidak ditemukan prasasti atau tahun anggaran.
Informasi yang ditemukan di lapangan oleh awak Media . bahwa proyek jalan setapak tersebut semuanya sama.tidak memasangkan prasasti tahun anggarannya.
Faktanya proyek ini masih dalam pengerjaan tidak dilengkapi dengan papan informasi, di dusun Empat layaknya sebuah proyek yang mencantumkan jenis pekerjaan, proyek tersebut, tidak terlihat papan informasi atau prasasti..sedangkan proyek tersebut baru bangun tahun 2025 tahap satu.
Padahal papan informasi merupakan penyabaran keterbukaan dari pekerjaan yang dilaksanakan Pemerintah desa, selain itu, peran masyarakat juga harus dilibatkan, turut pengawasan pelaksanaan pembangunan.
Saat dikonfirmasi Kepala Desa Srimenanti.sedang.tidak ada di rumah.tim media menuju salah satu kadus dusun Empat untuk mempertanyakan bangunan yang terletak di depan rumah nya tahun berapa..maaf itu bukannya pembangunan proyek Dana Desa..itu bangunan aspirasi pak iwan Hermawan waktu itu.waktu tahun 2023.panjang jalan ada sekitar 110 Meter.ucap kadus.
seterusnya ada juga pembangunan jalan.sepanjang 35 meter yang terletak di dusun Dua.itu juga pembangunan aspirasi dewan.dan untuk pembangunan di tahun 2025 tahap satu pakai Dana Desa ada..saya juga ikut kerjakan.tapi sekarang belum Pengerasan.di karenakan belum ada perintah pak kades bambang.. untuk upah nya meteran./ucap kadus
Tim media merasa Banyak kejanggalan dengan proyek Dana desa. jalan setapak tersebut.dikarenakan tidak ada memakai prasasti atau tahun anggaran.masrakat juga bingung membedakan pembangunan aspirasi dan Bangunan Dana Desa.
Kami sebagai media kontrol sosial masih menyelusuri tempat.kadus kaur pembangunan.untuk mempertanyakan..kenapa seluruh bangunan Dana. desa srimenanti.semua jenis pisik tidak memakai prasasti atau tahun anggaran..sebelumnya kaur pembangunan. sempat di bicarakan sama pak kades(Bambang) kenapa tidak di pasangkan prasasti tersebut..kata pak kades nanti dipasang.tapi sampai saat ini belum di pasang./ ujar kadus kaur pembangunan
Kepada pihak pemerintah kabupaten oku selatan (APH) dan inspektorat kejaksaan untuk meninjau dan mengecek bangunan tersebut. yang berada di desa Srimenati Banyak sekali.dugaan korupsi.dan ke janggalan dalam pembangunan jalan setapak di desa tersebut.
Penulis :Anton
Editor: Rendi


