Pembangunan Dipertanyakan: Sumur Bor Diduga Tidak Sesuai Peruntukan
Warga Dusun 1 Tengah mengeluhkan soal pembangunan sumur bor. yang semestinya diprioritaskan untuk wilayah yang mengalami kekurangan air. Namun, menurut warga, sumur bor justru dibangun di area Balai Desa dan satu unit lainnya berada di kebun milik kepala desa.ada juga di dusun 1 ilir.untuk pembangunan sumur.seolah-olah kades kami membangun sumur bor tersebut.tebang pilih kenapa dan ada apa.
“Masyarakat di sini butuh air bersih. Tapi sumur bor malah bukan untuk warga, dibangun di balai desa dan satu lagi di kebon kepala desa peribadi. ungkap salah satu warga dusun 1 tengah.
Warga menilai keputusan tersebut tidak melalui musyawarah dan tidak sesuai kebutuhan mendesak masyarakat.
Ketahanan Pangan 2024–2025 diduga Dinilai Tidak Transparan Program ketahanan pangan desa juga menjadi sorotan. Masyarakat mengaku tidak pernah menerima informasi mengenai kegiatan apa saja yang dibiayai dari anggaran ketahanan pangan tahun 2024 maupun 2025.
“Apakah ketahanan pangan itu ada atau tidak, kami masyarakat tidak tahu,” ujar warga lainnya.
Sementara dugaan, dana kesehatan dan stanting yang disebut bernilai Rp 10,8 juta juga dipertanyakan. Bidan desa bahkan mengaku tidak mengetahui adanya bantuan dari desa.
“Saya tidak pernah tahu ada bantuan kesehatan atau stanting dari desa. Semua itu dikerjakan langsung oleh kepala desa dan istri nya.Saya paling hanya diundang kalau ada kegiatan,” tegas bidan desa saat dikonfirmasi awak media.pada hari sabtu tgl -6-12 -2025
BLT 2025 Tahap 2 Belum Sampai ke tangan Warga.sampai sekarang..kalau emang sudah cair..kenapa tidak langsung di bagikan pada kami..ucap masyarakat desa serakat jaya.
Protes warga juga mengarah pada penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Tahun 2025. Hingga dilakukan kontrol sosial oleh awak media, BLT tahap 2 disebut belum diterima oleh penerima manfaat.ada apa dengan pk kades kami.sehingga sampai sekarang belum di bagikan..
Padahal, menurut warga, anggaran BLT telah dicairkan dari pemerintah pusat.
“Kami tidak tahu kenapa belum dibagikan. Tidak ada kejelasan,” keluh warga.
Kantor Desa Terlihat Terbengkalai: Bau, Plafon Jebol, dan Tanpa Aktivitas
Hasil pantauan di kantor Desa Serakat Jaya menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Bangunan tampak tidak terurus, berbau, dan bagian plafon terlihat pecah serta jebol. Kantor desa juga dinilai jarang digunakan sebagaimana fungsi pelayanan publik.
“Pak kades susah ditemui. Di rumah jarang ada, kantor juga sering kosong,” ujar warga.
Saat awak media mendatangi kediaman kepala desa, istri kepala desa menyampaikan bahwa suaminya sedang berada di luar kota dan sulit dihubungi.
Harapan Warga: Pemerintah Kabupaten Segera Bertindak
Dengan berbagai persoalan tersebut, masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten OKU Selatan—melalui (APH) Inspektorat, Dinas PMD, maupun pihak terkait lainnya—untuk melakukan pemeriksaan dan klarifikasi terhadap dugaan ketidakteraturan pengelolaan dana desa serta pelayanan di Desa Serakat Jaya.
Warga menegaskan bahwa mereka hanya menginginkan:
transparansi penggunaan anggaran desa,
pembangunan yang sesuai kebutuhan masyarakat,
penyaluran BLT tepat waktu dan tepat sasaran, serta
pelayanan kepala desa yang sesuai aturan perundang-undangan
Penulis :Anton
Editor: Rendi

