PALI Bukan Panggung Orang Lain, Aktivis Mahasiswa PALI Angkat Berbicara

KEJARKASUS.COM PALI-Aktivis dan mahasiswa PALI merespons keras kritik dari aktivis mahasiswa luar kabupaten terhadap Kepala Daerahnya. Mereka menilai bahwa pihak luar tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang PALI untuk memberikan kritik yang baik, bermanfaat untuk masyarakat dan tidak memahami kondisi lokal. Seolah-olah mereka mengurus isi rumah orang lain, sementara rumah sendiri tidak diurus dengan baik. 

Aktivis dan mahasiswa PALI merasa bahwa kritik dari aktivis luar kabupaten tidak tepat sasaran dan berpotensi memicu kegaduhan di masyarakat. Mereka mempertanyakan bagaimana pihak luar dapat memberikan kritik yang tajam tanpa memahami kondisi lokal dan kebutuhan masyarakat PALI, sehingga dapat memicu perdebatan tentang kebijakan kepala daerah dan berdampak bagi masyarakat PALI.

Menurut Aki Misholah, Ketua Himpunan Mahasiswa PALI (HIMAPALI), saat dihubungi wartawan media ini menyampaikan bahwa kritik dari orang luar seolah-olah mengindikasikan bahwa Kabupaten PALI kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM). Oleh karena itu, ia meminta agar pihak di luar Kabupaten PALI untuk tidak ikut campur dalam persoalan yang terjadi di PALI saat ini dan tidak membuat kegaduhan yang dapat memperburuk situasi.

"PALI adalah rumah kami, biarlah kami yang urus rumah kami sendiri. Jangan membawa permasalahan yang tidak jelas ini di rumah kami ke luar, karena selama ini tidak ada kegaduhan yang mencuat di kabupaten kami. Jika ada masalah ditengah-tengah masyarakat, kami yang akan turun, bukan orang luar yang belum kenal betul keadaan di PALI,"Ungkapnya pada Selasa (12/8/2025).

Bahakan Aki Misholah Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang, menduga bahwa aksi kritik dari orang luar kabupaten tersebut memiliki motif politik tertentu, yaitu mencari perhatian dan popularitas dengan memanfaatkan isu-isu di PALI, sehingga dapat dikatakan sebagai mencari panggung di rumah orang lain tanpa memahami kondisi sebenarnya.

"Dalam mengkritik tanpa melibatkan masyarakat PALI secara langsung, tindakan hal tersebut diduga hanya sebatas mencari panggung di rumah kami tanpa memahami faktor-faktor permasalahan-permasalahan yang ada. Apakah di daerah mereka sudah bersih sehingga mereka merasa perlu menyapu di daerah orang lain,” katanya Aki Misholah salah satu putra daerah PALI .




Penulis Dewa

Editor: Rendi