Personel dilatih untuk menggunakan peralatan pemadam kebakaran, seperti selang, pompa air, dan alat pemadam api ringan, serta teknik pemadaman api yang efektif.
Dalam pelaksanaan latihan, personel dilatih untuk melakukan evakuasi korban secara cepat dan terstruktur, serta menjalin koordinasi dengan berbagai instansi terkait seperti BPBD, Dinas Kesehatan, hingga lembaga kemanusiaan. Skenario simulasi bencana pun diterapkan agar peserta memahami prosedur darurat secara menyeluruh.
Membangun kerja sama yang baik antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam penanggulangan karhutbunlah.
Dengan adanya simulasi ini, diharapkan Kodim dan masyarakat dapat lebih siap dan sigap dalam menghadapi bencana karhutbunlah, serta dapat mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan.